Hello Makna Kata

Menelisik Makna dalam Untaian Kata

Tersesat

img_8919
Foto oleh Sheila Kharismadewi

Tiga tahun yang lalu adalah kala pertama

untuk kaki ini

menapaki tanah, batuan, rumput, serta jalanan kota hujan

 

tak pernah sedetik pun bermimpi

untuk menjejaki setiap urat nadinya

tak pernah sedetik pun berharap

untuk menghirup sejuk dan dingin udaranya

pun tak pernah berpikir

untuk memanggilnya rumah

tapi setiap takdir pasti menemukan jalan

 

aku tersesat

aku dulu tersesat

tapi aku menemukan keindahan dalam ketersesatan

 

aku tersesat di tengah hutan belantara Gunung Salak

aku jatuh cinta dengan kabutnya

aku jatuh cinta dengan aromanya

aku jatuh cinta dengan jalur pendakiannya

aku jatuh cinta dengan hangatnya mentari menyapa di puncak manik

 

Aku pun tersesat di urat nadinya

Sungai Ciliwung yang mempertemukanku dengan banyak saudara

Sungai Cisadane yang membuatku lebih mencintai hidup

Sungai-sungai kecil yang membelah Gunung Salak

yang memberi sensasi gemericik

yang memberi kesegaran yang memercik

 

Tentu akupun pernah tersesat di tengah kebisingan

Sebuah kota yang ku datangi dengan sejuta ekspektasi

Jalanan kota ini tak ubahnya kota Jakarta

Kemacetan dimana-mana, panas, polusi

tapi pahit pun harus ditelan

sebagaimana kopi tidak nikmat ketika rasa pahit itu dihilangkan

 

Mungkin dulu aku merasa tersesat

Tapi kini aku berdoa untuk menjadi semakin tersesat

Karena menjadi tersesat dan menemukan jalan pulang adalah sebuah seni

sebuah seni yang kupelajari dan kuukir di kota hujan

 

Bangkok, 28 September 2016

Oleh: Sheila Kharismadewi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *