Hello Makna Kata

Menelisik Makna dalam Untaian Kata

Semangkuk Salad di Penghujung Malam

 

Image-1
Semangkuk salad – Rianti 2016

Malam ini kita kembali sunyi.

Aku yang tenggelam dalam kumpulan kisah di tangan kiriku.

Kamu yang mengernyitkan dahi mengamati perekonomian dunia di tangan kananmu.

Kita yang seolah menyerah dengan waktu.

Hanya berbaring di atas kursi malas dalam diam.

Kita dalam imaji individualis yang terperangkap teknologi.

 

Namun yang tak pernah mereka tahu adalah….

Kita bagaikan semangkuk salad dipenghujung senja.

Begitu dingin menyegarkan dahaga yang lelah beraktivitas sepanjang hari.

Begitu renyah, seolah memperkaya kebersamaan di ujung hari.

Dan homemade dressingnya? Yummm panduan empat rasa yang memperkaya malam penuh cinta.

Semangkuk salad itu kini mengenyangkan lambung yang lapar.

 

Dan kita kembali masih tenggelam dalam sunyi.

Dalam diam berkepanjangan meninggalkan hiruk pikuk jalan raya.

Keindahannya adalah…

Sedari tadi, telapak tangan kananku dan kirimu saling mengenggam tanpa terlepas sedikit pun.

Bukankah mereka pernah berkata, bahwa: “telapak tangan bersela jari itu tercipta untuk saling mengisi satu sama lain?”

Seraya sesekali kau kecup hangat genggaman tersebut penuh kasih sayang.

Bisikan “Aku sayang Kamu” tak pernah bosan mewarnai di tiap penghujung malam.

Selalu dalam sunyi, menenggelamkan kita pada kebiasaan individual yang menghangatkan hati akan rasa dicintai.

(Rianti, Juli 2016)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *