Hello Makna Kata

Menelisik Makna dalam Untaian Kata

Sayap-sayap patah ku

 

malaikat
Sumber Ilustrasi: lumbung puisi.com

 

(N)

Diam, membisu

Buzzzzzz

Angin berhembus kencang dalam dinginnya malam

Dingin kawan

Sepi, gelap

Sendiri

Malam itu mencekam

Hati kian berkecamuk

Buzzzzzz

Angin bertambah kencang kawan

Sungguh menyeramkan

Hening

Aku sudah lelah mengepakkan sayapku

Melawan terjangan angin

Tapi, bukan saatnya ku menyerah

Krak

Gelap

Dan kutemukan diriku terkapar dalam gelap

Dan kulihat

Sayap-sayapku telah patah

 

(A)

Hiksss

Andai ku bisa rajut kembali sayap-sayap itu

Sayap yang dapat membawamu kembali ke sarangmu

Sarang yang membuatmu tidak merasa gelap, sepi

Dan akan selalu kuat menahan hembusan angin silih berlalu

Tapi.. terlalu jauh kamu berada

Aku di Balumbang Jaya dan kamu di Lingkar Perwira

Sungguh jarak yang terlalu singkat untuk sebuah lilin

Yang akan lebih dulu padam untuk sampai di pintu gerbangmu

 

(N)

Tak usah kau nyalakan lilin itu

Jangan biarkan kau tersesat hanya untuk menyelamatkanku

Tetaplah jaga peraduan kita

Tak ada yang ku ingin selain kau tetap di sana

Dan biarkan aku merajut kembali sayap-sayap patah ku sendiri

 

(A)

Semangatlah sayang

Kuatkan tekadmu

Melangkahlah meski kau tahu akan terjatuh

Di sini aku menunggumu kembali

 

(N)

Nyatanya aku tertatih saat merajut kembali sayap-sayap patah ku

Menyerah

Hening

Dan tiba-tiba…

Plak

Aww…

Sakit…

Ada seseorang yang menamparku

Dan samar-samar ku lihat itu kamu

Ku tersadar aku sendiri

Kamu tak di sini

Bayangmu hanya ilusi

Dan aku semakin tertatih

 

Bogor, 13 Mei 2011

Ditulis oleh Nunuz dan Agiel secara bergantian di status Facebook 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *