Hello Makna Kata

Menelisik Makna dalam Untaian Kata

Pernah dalam sebuah cerita

kau tahu mitha. dari ketiadaan, aku meniti tiap perkara. manusia lahir, luka tersembuhi, pohon tumbuh, yang sia-sia jadi berarti, mengapa jika telah melihat lautan, air di sungai dipandang begitu sedikit? mengapa akuharus menatap matahari & bulan, kalau itu malam, kalau itu siang?
kautahu mitha. di hutan orang mati. aku bebas menggenapi kekosongan. mereka yang tanpa tubuh merasuki satu per satu. aku ada banyak. aku membawa diriku yang gila. kuberi kesempatan, aku yang ada banyak ini, menyusun naskah pertunjukkan. sebentar lagi, aku dan mitha tokoh yang ada dalam cerita. sedang arwah-arwah penasaran jadi marahnyakita.
dalam sebuah cerita. tentu kau setuju. sebut saja, nama orang, nama latar, isi cerita yang kaubaca. tokoh yang persis sama dengan kau dan aku.
dalam sebuah cerita, penulis yang tidak kenal siapa kau dan aku. kaulebih dulu bilang, ” ini pernah kita singgahi, ini benar kita tokoh itu meminjam cerita kita”. segera kau dan aku terbenam dalam kata, tanda baca, beberapa makna yang bersarang di metafora pengarang, melambungkan angan
yang tak pernah terbayang. ini terlalu sakit sayang.
seakan imaji-imaji rusak ditarik paksa dari labirin ingat, dibiarkan terpancang selamanya, di bumi terluka.
di sana tertulis, ” di tanggal 2 februari malam jumat, seorang tewas gantungdiri, di tanggal 11 september malam jumat seorang tewas dengan kepala terputus, di tanggal 8 agustus seorang tewas onani di kamarmandi, di tanggal 20 januari seorang tewas sehabis memutuskan pacarnya”
kautahu mitha sayang. aku tidak pernah ada dalam sebuah cerita, aku memilih mati dalam cinta kasih Tuhan, aku meneruskan hidup, memutuskan sgala indera didiriku. aku hanya memiliki indera merasakan.
hari dari hari aku habiskan melamun. sambil nelentang sendirian, tangan menyangga kepala, aku bertanya kepada seluruh isi dunia ini. aku meniti tiap perkara.
sampai aku pada kesimpulan, akan kubuatkan sajak yang nanti sengaja bakal kautemukan kala perasaan kausendiri ingin kembali.

Pernah

pernah kaupikir,
kita ini sepasang kekasih?
pernah kaupikir
kita ini bukan satu
kau yang cinta aku
dan aku yang cinta kau
kita ada dua, bukan?
pernah seorang bilang
padakau
kau sangat-sangat sayanginya, tak?
sampai sgala tingkah
hendak dia perbuat
dia melihat perempuan, itu dirikau
dia mendengar, itu suarakau
dia berbicara, itu tentangkau
dia menggenggam, itu tangankau
apa dia ingin benci
apa dia ingin tak suka
apa dia ingin tak percaya

sampai dia melakukan salah. kauberi maaf.
dua kali, tiga kali, empat kali, sampai banyak kali
kauberi maaf. kau tidak lihat besar, kecil, ringan, berat
kau tidak memutuskan tuk berganti,
sebab melupakan adalah cara mengingat-ingat
kau takut, makanya kaulupa apa
yang pernah dia hendak buat macam masalah

kau menaruh dia, di kedudukan paling
atas di atas Tuhan
yang orangseringbilang
dia begitu, dia begini
kau masabodoh
kaulebih ingin tidak peduli
kau percaya, jadinya kau tidak percaya

saat kau jalan berdua
kau cakap dengannya
dia jawab sambil melihat ke
arah mana
saat kau berhias diri, kautersenyum
dia jawab kaucantik seperti dia
tapi tak pernah kau pilih tuk tinggalkan saja
sebab sayang
sudah menjadi
daging di hati

apa kau pernah?

 

Karya: Adi Darmawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *