Hello Makna Kata

Menelisik Makna dalam Untaian Kata

Manusia kristis logika penyembah aforisme

Berawal dari ucapan orang terasing,orangdikenal. dengan keangkuhan yang dipenuhi kepercayaandiri. mereka bilang, “kelahiran itu takdir, kematian itu takdir, jodoh itu takdir”, begitu sering, hingga ucapan tadi membuat kuping saya panas. Terlebih kata, “jodoh itu takdir”, saya pikir logika mereka sudah tertinggal jauh berabad-abad di belakang. bahwa sebenarnya, kelahiran, kematian adalah bagian dari tubuh. dan apa pun yang terjadi pada tubuh kita adalah proses biologis. mereka mencoba membodohi kita atau mereka memang bodoh adanya, dengan menyandingkan takdir pada jodoh, perkawinan. dan dirikita yang bodoh pula menerima semua itu. terus. terusbegitu. sampai turun-temurun, buyut, kakek-nenek, ayah-ibu kita bernasehat,berucap yang serupa. Bahwa sebenarnya jodoh atau perkawinan adalah sebuah konstruksi sosial. dan saya paling tidak suka berurusan dengan hal itu. Sempat di awal, saya lupa menyebutkan. kalau saya tidak suka mengoleksi atau memajang atau mengingat-ingat kata-kata “sakti” aforisme. Miris melihat di luar sana, ada banyak sekali jasa-jasa motivator (bukan bermaksud menyudutkan profesi mereka, akan tetapi mari kita lihat ke dalam diri kita, apa kita telah gagal memfungsikan organ-organ penghasil logika? yang salah satu produknya berupa motif-motif. Sehingga untuk memenuhi, kebutuhan berlogika kita harus ongkang-angking kaki, merogoh kocek yang cukup mahal, membuang waktu hanya demi sebuah pemulihan logika yang rusak, motif-motif yang diimani ulang. Aku orangnya sangat cuek. lebih dari cuek, aku tidak peduli. tapi kekuatan aforisme segitu dahsyatnya, sampai diam-diam mengambil alih perhatianku. Nampaknya aku sependapat, kalau dari bangun tidur sampai tidur lagi, kita tidak bisa lepas dari komunikasi. tentu saja, aforisme menelurkan dirinya tak berhingga, lewat media-media komunikasi. baik secara cetak, terlebih elektronik. Aku tidak bilang atau mendeklarasikan aforisme itu buruk. tapi akan menjadi buruk bila jatuh ke tangan pemakainya yang justru asal main adopsi tanpa sebelumnya, mengecek apakah logika sehat. Lihatlah, banyak saya temukan terutama di instagram, dengan berbunga-bunga membaca, diingat-ingat bahkan sampai menjadi prinsip hidup? bayangkan! kalau semua jadi semacam pegangan, apa kita percaya 100% bahwa masing2 manusia dengan benar menginterpretasi pengalaman hidupnya? tidak mungkin! lalu untuk apa Tuhan buat jalan hidup kitaberbeda? tidak lain untuk mencapai kebenaran tersendiri.

Karya: Adi Darmawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *