Hello Makna Kata

Menelisik Makna dalam Untaian Kata

kecamuk

meski kupakai sabun mandi berlabel mahal, pembersih wajah kelas artis, seminggu delapan kali menservis tubuh. apakah aku akan seputih susu, sejernih mata air.
terjebak pekerjaan tak sudah-sudah, selama aku terus hidup itu-itu saja.
terjebak surga-neraka tak sudah-sudah, selama aku terus beriman, hanya ada dua: salah dijadikan contoh, dijauhi
benar dijadikan contoh, didekati
mungkin saja, kebaikan berbanding lurus dengan neraka, keburukan berbanding lurus dengan neraka mungkin.

berganti, berganti, terulang-terulang. kadang untuk apa kita berbaris, mengantri? mengapa orang-orang begitu sibuk melakukan persiapan hanya demi kehidupan yang hendak berlangsung kelak. terus terang. muak menyaksikannya.
dengan cekatan, seserius mungkin berbekal. seolah hidup bakal terjadi seperti yang dipikirkan.
ada yang mendahului, mencuri waktu. bak celengan ayam. siapa yang mengumpulkan koin terbanyak, berhak merasakan lebih dulu. sedang aku, yang bahkan celengan ayam pun tak tahu harus beli dimana. memulai sangat jauh dari awal. aneh.
orang-orang makin membebaniku, dengan kesibukkannya, keseriusannya, mengancam kelak hidup akan semakin berduri, bernanah, berdarah. lebih lelah dari melelahkan. “hei apalagi kamu makhluk sampah”, begitu mereka berteriak.

Oleh: Adi Darmawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *