Hello Makna Kata

Menelisik Makna dalam Untaian Kata

Juang Seonggok Pendosa

Tapak jalan yang kelam dan remang

Tidak berharap pada setitik cahaya

Kilau tahta membutakan diri

Tidak terbangun di empas kenikmatan

Dia berjalan pada tapak itu

Di genggamnya sesuatu yang melenakan

Di agungkannya sesuatu yang terbakar

Dia berjalan dalam keadaan tertidur

Ilahi memberikan segenggam cahaya padanya

Dia terbangun pada masa porak poranda

Dia berjalan pada masa yang ironi

Ketika gelap telah mendunia, ketika cahaya ada pada dirinya

Tidak padanya Zaid bin Tsabit itu

Tidak jua padanya Az-Zubair bin Awwam itu

Kakinya siap melangkah, hatinya siap mengingkari keburukan

Dia berdiri lantang dengan anak panah penuh kibaran dosa

Ayat-ayat Ilahi menggetarkan kalbunya

Panggilan-Nya menumpahruahkan air mata

Dia tersadar, kalau tapak itu kelam

Dia berbenah hati mencapai Ilahi

Ini masa propaganda yang terkubur di lautan manusia

Ini masa tragedi ironi yang haus kenikmatan kelam

Di genggamnya ayat-ayat Ilahi, di agungkan nama-Nya

Dia siap tersadar untuk mereka yang tertidur

Karya: Rizka Novitasari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *