Hello Makna Kata

Menelisik Makna dalam Untaian Kata

JIWAKU VS OTAKKU

 

ffy
Sumber: www.berita29.com

 

Apakah hidup itu harus melulu tentang persaingan?

Tentang siapa yang harus menjadi nomer satu

Tentang siapa yang paling dinilai “berhasil”

Tentang siapa yang paling diakui “karya”nya

Tentang siapa yang paling pintar

Tentang siapa yang paling sukses

Tentang siapa yang paling juara

 

Aku tahu semua orang ingin menjadi yang ter-paling

Semua orang ingin menjadi yang terbaik

Sehingga semua orang menjadi begitu tergesa

Menjadi mudah lupa dan hilang ingatan

Sahabat menjadi saingan terketat

Belahan jiwa menjadi rival abadi

 

Demi pencapaian itu kita semakin gemar berlomba

Berkejaran dengan kesempatan dan popularitas

Agar semuanya tahu apa yang menjadi rencana

Apa yang sedang dikerjakan, dan

Apa yang telah dilakukan

Seluruh isi dunia harus MENGETAHUI

Seluruh isi bumi harus MENGAKUI

 

Itu adalah motivasi

Itu adalah contoh

Itu adalah dorongan

Itu adalah perangsang

Itu adalah menjadi hebat

Itu adalah menjadi benar

 

Mungkin aku memandangnya dengan kagum

Mungkin aku memang menjadi terstimulus

Mungkin aku menjadi merasa kecil

Mungkin aku merasa iri

Iri tanda tidak mampu katanya

 

Memang suatu pertanda

Tapi bukan berarti aku tidak mampu

Memang belum bisa

Tapi bukan berarti aku tidak berusaha

Memang tidak fokus

Tapi bukan berarti aku tidak berprioritas

Memang  terlena

Tapi bukan berarti aku tidak dapat beristirahat

 

Aku lelah

aku ingin hanya sekedar berselonjor kaki

Meletakkan raga diatas sofa panjang dan memejamkan mata

Tenggelam dalam duniaku,

Dunia yang hanya aku tahu

Dunia yang hanya milikku

Aku lelah

 

Aku hanya ingin berkarya

Tanpa aku harus berteriak bahwa ini adalah AKU

Tanpa aku harus memaksa dunia menyukaiku

Tanpa aku demonstrasikan AKU

Tanpa aku kenakan emas disekeliling tubuhku agar aku berkilau

 

Aku ingin dunia mengenalku karena aku

Aku ingin dunia menerimaku karena aku

Aku ingin dunia mencintaiku karena aku

Aku ingin dunia merindukanku karena aku

Aku yang dengan menjadi aku menaklukkan dunia

Dengan kesederhanaan,

dengan welas asih,

dengan menjadi diam,

dengan mata yang melihat,

dengan telinga yang mendengar,

dengan hidung yang menghirup,

dengan hati yang merasa,

dengan pikiran yang terbuka

Dan apabila bumi termotivasi,

Bukan terpaksa, namun mengakui dengan sadar

MUNGKINKAH?

 

Mungkin TIDAK!

Karena itu artinya aku menyerah kalah

Aku tidak bermental baja

Aku tidak berjiwa saing

Aku tidak mau berjuang

Dengan cara yang sama denganmu

Dengan cara orang kebanyakan

 

Dunia ini sudah tua

Dia telah menanggung segala ketamakan

Yang tidak bisa berhenti mengejar popularitas

Yang tidak bisa berhenti mencapai terbaik

Yang tidak bisa berhenti berteriak INILAH AKU

 

Bumi telah menjadi sangat rapuh

Dan aku telah lelah

Kuselonjorkan saja kaki diatas sofa panjang

Kuletakkan kepala diatas bantal empuk

Kupejamkan mata menikmati bunyian malam

Aku telah menjadi seorang pemalas, katamu.

Biarlah,

Aku hanya ingin menjadi AKU

(Rianti, 2016)

0 thoughts on “JIWAKU VS OTAKKU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *