Hello Makna Kata

Menelisik Makna dalam Untaian Kata

gila

malam-malam sekali
saya membuka kotak pos
di dalamnya ada 15 surat
dengan jelas tertulis
nama dan alamat rumah
saya. satu per satu, saya
baca, surat itu
membelalakkan mata saya,
ketika satu per satu
abjad menggiring saya mengurai
kata demi kata, mengintip makna
akhirnya mau tidak mau saya akui
saya terbuai. saya berbunga-bunga!

surat ke-1
seorang perempuan menulis.
aku sayang kamu. nikahi aku, Mas!

surat ke-2
seorang perempuan menulis.
aku mencintai kamu. aku bisa gila
kalau cinta ini tak kunjung kauberi
selesai. datang, temui aku, Mas!

surat ke-3
seorang perempuan menulis.
sejak smp aku berterusterang di depan kau.
kalau kausuka aku, datanglah setelah
pelajaran sekolah usai di kantin belakang.
tembak aku, Mas! tapi kau tak datang.
kau sungguh jahat, lihat sampai usiaku
sekarang, aku dihukum rasa penasaran
bagaimana rasanya cinta monyet. maka dari
itu, kukirim suratku, agar kau menyempatkan
waktumu terbuang untuk memberiku
cinta monyet. kutunggu, kamu Mas!

surat ke-4
Mas, setiap kali aku ingin menang dari
rasa rinduku yang kian melarut. setiap
kali juga kudapati, kekalahan telak.
Mas, aku takluk padamu. jemput aku!

surat ke-5
padahal telah kubebaskan diri. aku menjelajah
seantero jagat, kupastikan tidak ada kau
di dalamnya. tapi, selalu saja ada serpih yang tak tau datang darimana menggelitik hati.
akhirnya kutahu, itu pasti kau, Mas!

surat ke-6
entah, telinga dan hatiku selalu berdebar saat mendengar kau nyanyikan, lagunya oasis “dont go away”. aku penasaran, sekarang lagu itu kaunyanyikan untuk siapa? kalau memikirkan itu aku cemburu abadi, sayang.

surat ke-7
rasa ini begitu keras mengikat leher, menyesakkan napasku. sungguh takdir yang tak teringini, coba pahami sekali saja, jangan hakimi aku, Mas!

surat ke-8
sudah kuiris nadi berharap mati.
agar kau ada waktuku. ada waktu memikirkan tentang kita. nyatanya, kau tidak peduli, terhadap diriku yang gagal mengakhiri hidup.

surat ke-9
kau anggap apa aku? diam-diam beranjak pergi, harusnya bilang saja! aku belum siap. aku masih mengira perjalananmu akan berhenti di aku. jadi, kuputuskan mengejarmu sampai ke neraka, sayang.

surat ke-10
awalnya memang aku mengiris, kesepian. aku terluka. selama berwaktu-waktu kuberdiam, dan semua terbalut. darah itu berhenti mengucur. luka itu menutup. beribu cinta pun telah menunggu. terima kasih.

surat ke-11
lihat air di tengah kolam itu meriak, sepasang ikan timbul dan tenggelam, sesekali angin datang membawa lembar-lembar daun, menjatuhkannya di atas kepalaku dan permukaan air kolam. sangat hening-sangat muram pikiranku sedang menelusuri jejakmu yang tertimbun reruntuhan lahar. aku kangen, kamu pulanglah, kembalilah!

surat ke-12
buruk aku, memperlakukanmu. hingga kau tak tahan dan memutuskan untuk pergi. memang aku tak pantas, meski selamanya aku hidup sendirian, penyakitan dan mati, biarkan itu menjadi bagianku, sebab kau tak punya cela

surat ke-13
dulu kupikir aku hanya sesaat meninggalkanmu. nyatanya, malah kau yang meninggalkanku selamanya.
aku menyesal, sayang. kapan pun kau datang, aku bersedia meninggalkan semuanya. demi kau. sayang. kutunggu, kamu Mas!

surat ke-14
tanpa sengaja aku berkunjung
ke yogya, lupa aku kalau seluruh
yang ada di sana, adalah kau
apa boleh buat, biarkan aku mengulang kisah
kita sendiri.

surat ke-15
sebersit rasa yang selalu hadir dimana pun
membawaku tuk menghayati hangat sorot
matamu dan dingin pelukmu, jujur aku ingin
merasakan lagi!

terhadap surat-surat itu. saya heran. tak habis pikir.
saya mengoreksi diri saya. kehebatan apa yang saya punya sampai-sampai isi dari ke lima belas surat itu seolah-olah menganggap saya orang penting. gila. bagaimana hati saya tidak berbunga-bunga. gila. bagaimana hati saya tidak tertawa-tawa. bukankah dulu saya hanya bertugas memerankan diri saya sebagai laki-laki, dan saya anggap mereka pun sama, memerankan dirinya sebagai perempuan. bukankah mencintai dan dicintai hanyalah permainan? mengapa mencintai berjumlah lebih banyak daripada dicintai? apa kata kerja selalu bekerja lebih keras menghidupkan makna-makna kalimat ketimbang kata sifat? gila. jujur saya bahagia sekaligus tertawa. gila.

Oleh: Adi Darmawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *