Hello Makna Kata

Menelisik Makna dalam Untaian Kata

Garis Waktu: Sebuah Perjalanan Menghapus Luka [Review]

Buku kedua karya Fiersa Besari ini terbit diawal bulan September 2016. Saya begitu penasaran dengan karyanya kali ini setelah membaca buku sebelumnya Konspirasi Alam Semesta.

Buku ini tercipta dari kumpulan kicawan Bung (sapaan untuk Fiersa Besari) di media sosial, baik facebook, twitter maupun instagram.

Garis Waktu adalah cara Bung menuturkan semua hal yang dialami sang tokoh Aku dan Kamu dalam kurun waktu lima tahun.

Banyak hal yang terjadi diantara kedua tokoh ini dan Bung  mencoba menuturkannya berurutan waktu.

Membaca buku ini seakan membawa saya pada proses kehidupan yang memang begitu adanya. Membaca buku ini menyadarkan saya menjadi dewasa adalah pilihan.

Aku yang jatuh cinta pada Kamu, yang kemudian belajar memaknai semua proses dalam hidup.

Saya suka kalimat-kalimat diujung setiap bab. Yang kadang membuat saya tersentak, tergugah, bahkan tertawa. Menertawakan diri sendiri tentunya.

Hidup adalah serangkaian kebetulan. ‘Kebetulan’adalah takdir yang menyamar.

‘Perasaan’laksana hujan: tak datang dengan maksud yang jahat. Keadaan dan waktulah yang membuat kita membenci kedatangannya.

Kakimu bisa kau taruh di tempat tertinggi, tapi apakah hatimu bisa kau taruh di tempat terendah?

Pada akhirnya, jemari akan menemukan genggaman yang tepat, kepala akan menemukan bahu yang tepat, hati akan menemukan rumah yang tepat.

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.-FiersaBesari
salam,

MaknaKata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *