Hello Makna Kata

Menelisik Makna dalam Untaian Kata

dalam dadaku seseorang telah mati

pulang mengulang pembunuh dalam diriku, meski kau kunci pintumu, mana bisa aku berkata pulang. besi menyelimuti jendela, lubang udara untuk apa aku menyungkilnya, meski rumahmu akan mati dalam rumahku. tapi masih adakah ingatan memadati rimbun ruang yang kelak memadai untuk dipijak? meski telah kutandai mana kepulangan yang pantas mengecup bibir keringmu, juga pelukmu agar tetap melingkar sebegitu eratnya. mungkin hanya mungkin. apa aku bisa pulang, sebelum tidak pernah lagi pulang? aku ingin memastikan, masihkah kau duduk menghadap jendela saat bulan tampak sepotong seperti terluka, apa kulitmu merasa dingin yang tak terlalu? yakinkah mampu membuat tombol diktator dalam kakimu sejenak berhenti mengacau. kini lokomotorku telah mampu dipaksakan untuk pulang. katakanlah sesuatu. apa saja. katakan kalau seorang telah meninggal dan kau tidak bisa pulang lagi. rasa pulang telah mati setiap jam sembilan, meski begitu apa saja katakanlah. supaya dalam kepalaku mengandung suara. supaya lorong menuju telingaku tak terlalu sepi.

Oleh: Adi Darmawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *