Hello Makna Kata

Menelisik Makna dalam Untaian Kata

Cantik itu Luka – Sebuah Catatan

700-cil2015

Selamat untuk Eka Kurniawan atas penghargaan “World Readers” yang diraihnya dari karya ini. Cantik itu Luka telah diterjemahkan ke dalam 24 bahasa, salah satunya dalam bahasa internasional dengan judul “Beauty is Wound -translator: Annie Tucker”.

Sore hari di akhir pekan bulan Maret, Dewi Ayu bangkit dari kuburan setelah dua puluh satu tahun kematian.”

Sebelumnya saya tidak pernah berpikir  untuk membaca novel ini, Setidaknya BELUM, sampai seorang sahabat merekomendasikannya kepada saya. Semuanya bermula dari perbincangan santai kami di siang itu tentang salah seorang penulis terbaik Indonesia, “Pramoedya Ananta  Toer“.
Penasaran dengan isi kepala penulis yang satu ini (Eka Kurniawan), saya pun mulai membacanya.
Eka Kurniawan selalu menampilkan kejutan-kejutan di dalam setiap untaian tulisannya, dengan gaya terang-terangan, lugas, dan kaya akan tulisan bersifat satir; namun juga penuh dengan lelucon, kisah cinta  konyol, dan humor yang membuat kita mengernyitkan dahi hingga tertawa terpingkal-pingkal. Yak, itulah Eka 🙂
Pada karya kali ini, Eka mengambil latar belakang akhir masa penjajahan Belanda, penjajahaan Jepang, dan masa pemberontakan PKI. Bagi Anda yang telah membaca karya-karya masterpiece “Seri Pulau Buru – Pramoedya Ananta Toer” Anda pasti akan sampai pada kesimpulan bahwa Eka mencoba untuk menulis dengan gaya Oom Pram. Yang memang merupakan penulis favorit dan paling dihormati oleh Eka.
Sesuai dengan tiga latar belakang sejarah yang menjadi plot novel ini, maka Eka menciptakan tokoh Nyai Dewi Ayu; seorang wanita cantik perawakan Indo-Belanda yang terpaksa menjadi budak seks kaum elite, dengan ke-empat putrinya hingga kisah para cucu. Mereka seakan terikat pada satu karma yang mengayun pada kehidupan pasca perang dan awal kemerdekaan RI. Dengan kejeniusannya, Eka juga mampu menyisipkan kisah kekuatan wanita Indonesia dalam mempertahankan harga diri dan haknya dalam kehidupan serta kisah cinta tragis yang mampu membuat para tokoh kehilangan akal; hanya untuk satu rasa: CINTA.
Cara Eka meramu semua kisah dengan beragam latar belakang , mempertemukan semua tokoh dalam plot yang tak terduga; mencampuradukan kisah berdasarkan fakta dan fiksi membuat novel ini sangat layak untuk dikonsumsi. Terutama bagi Anda penggemar karya sastra tak biasa.
Satu hal yang pasti, alam pikiran Eka senang meloncat kesana kemari. Dibuka dengan paragraf mistis layaknya mitos dalam budaya bangsa, berlanjut dengan kisah bertahan hidup dalam ketidakpastian strata masyarakat pasca perang, candaan sapa persahabatan yang penuh dengan peluh dan airmata  serta lukisan kisah cinta yang tragis. Cantik itu Luka, tak selamanya kecantikan itu membahagiakan.
 (Rianti – 2016)

0 thoughts on “Cantik itu Luka – Sebuah Catatan

Leave a Reply

Your email address will not be published.