Hello Makna Kata

Menelisik Makna dalam Untaian Kata

Aku untuk 1000 tahun lamanya

golden-temple-1-small

Golden Temple, Kyoto, Japan (Gambar oleh: Rianti 092016)

“Aku pasti kembali lagi disisimu, tunggulah aku di sini”, pintamu.

Kala itu, aku masih terlalu muda untuk mengerti desiran halus yang menyentuh jiwa ku kalo matamu menatapku. Ataupun makna sentuhan lembut kala kau bersandar padaku. Atau hanya seulas senyum tipis dan gelak tawamu yang selalu membuatku bergetar. Seolah kamu dapat membuatku hidup 1000 tahun lamanya.

“Ya, aku akan dengan setia menunggumu disini”, ujarku.

Kala itu, aku melihatmu menangis tersedu. Gaunmu lusuh akan tanah dan wajahmu hanya bermuram durja. Tak ada lagi indah senyum yang aku rindukan maupun binar matamu yang riakkan bahagia. Kamu berucap sesuatu yang tak dapat lagi aku dengar. Apakah itu? Ah, aku coba membaca gerakkan bibirmu. Tolong, janganlah kau ucapkan kata yang paling aku benci, Sayang. Jangan katakan inilah hari terakhir pertemuan kita dalam hidupmu.

Disinilah aku.

Masih tegak berdiri di tempat yang sama. Menantimu untuk kembali setelah ratusan tahun lamanya.

Aku masih menantimu disini, karena aku yakini janjimu untuk kembali padaku. Tak kan lekang oleh waktu dan musim yang berganti. Kamu akan kembali bersandar penuh manja, penuh dengan cerita akan hari-harimu yang bahagia.

Aku yakin kamu akan terlahir kembali untukku.

“jangan pernah lupakan aku, karena aku akan selalu tegak berdiri disini, hanya untukmu”

(Inspired by the magnificent Kinkaku-Gakuen ji; The Golden Temple | Oleh: Rianti 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published.