Hello Makna Kata

Menelisik Makna dalam Untaian Kata

Abstrak

 

IMG_0351
Pastel-an Abstract; Rianti 2016

 

Wajah-wajah tersenyum

Wajah-wajah masam

Wajah-wajah sinis

Wajah-wajah menangis

Wajah-wajah tertawa

Wajah-wajah tanpa cela

 

Satu persatu topeng wajah terlepas

Terlalu tebal kepalsuan terpasung

Satu persatu topeng wajah terlepas

Masih tak kau temukan

Mana nyata mana kebohongan

 

Wahai dirimu yang menangis semalam

Belum jua kau temukan kepingan hati peredam gundah

Pikiran meracau terbentur dinding norma

Harus begini harus begitu, layaknya ini dan itu

 

Aaagh!

Jiwa yang lelah terpasung sempurna

Mengapa nyata kesedihan membungkam asa

Hasrat hati ungkapkan kejujuran jiwa

Dia yang memang gundah gulana,

Dia yang hilang arah

Dia yang tak terobsesi

Dia yang hanya ingin membuka mata dan menghirup udara

Dia yang hanya ingin hidup apa adanya

Tak perlu repot tentukan arah

Tak perlu susah rasakan tentram

Tak perlu gundah menjadi diri sendiri.

 

Tapi ini hanya sementara

Kenyataan biarlah sejenak mengendap

Kembali wajah-wajah itu terpasang

Kepalsuan yang menjadi nyata di dunia

Semua terpasung, fatamorgana dan kembali abstrak

(Rianti, Juni 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *